Jelang Idul Adha, Gerakan Pangan Murah di Luwu Disambut Antusias Masyarakat
Terkini
21 May 2026 13:39
•
1 min read
•
63 views
•
By admin
buserinvestigasi.net-Luwu, — Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak digelar di 24 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Di Kabupaten Luwu, kegiatan tersebut dipusatkan di Terminal Lama Belopa, Kelurahan Sabe, Kecamatan Belopa Utara, Kamis (21/5/2026) mulai pukul 09.00 WITA. Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah bersama instansi terkait guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Luwu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Program tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga daya beli warga di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Adha.
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Kabupaten Luwu, Hamiruddin Syukur, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah telah beberapa kali dilaksanakan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah dan stabilisasi harga pangan.
“GPM telah sembilan kali dilaksanakan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan dan enam kali menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Saat ini kembali dilaksanakan GPM serentak di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan guna menyambut HBKN Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Luwu,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga subsidi sekaligus memastikan ketersediaan pasokan tetap aman dan terkendali di pasaran.
Dalam kegiatan itu, sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih murah, di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp58 ribu, telur ayam Rp48 ribu per rak, bawang merah Rp19 ribu per setengah kilogram, serta bawang putih Rp17 ribu per setengah kilogram.
Selain itu, masyarakat juga dapat membeli berbagai kebutuhan pokok lainnya seperti gula pasir dan minyak goreng dengan harga terjangkau melalui skema subsidi pemerintah.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah diharapkan mampu menekan laju inflasi daerah, menjaga stabilitas harga bahan pokok, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat menjelang hari raya keagamaan.
Program tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses pangan yang lebih mudah dan terjangkau.
Penulis. (RSN).
Jelang Idul Adha, Gerakan Pangan Murah di Luwu Disambut Antusias Masyarakat
Related Articles
Recent Articles
•
Tidak Ada Alasan Dapat Menghapus Kenyataan Tenaga Kesehatan Melayani dengan Tenang, Jika Gaji Kecil dan Haknya Belum Dibayar?
•
Minggu, 28 Juni 2026 Mendagri: Atambua Miliki Jejak Sejarah sebagai Penghubung Australia dan Eropa pada Awal Era Penerbangan
•
Senin, 29 Juni 2026 Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM
•
Gebyar Boash Waterpark 2026: Hujan Doorprize Menanti!
•
40 Siswa SMAN 7 Bogor Berpartisipasi Dalam Helaran HJB ke-544
•
Masyarakat Adat Bungku Utara Pertanyakan Tindak Lanjut Hasil RDP DPRD Morut, Sengketa Lahan Eks Transmigrasi SP E Belum Temui Kepastian
•
Wali Kota Harus Lebih Banyak Memimpin dari Ruang Strategis daripada Sering Memegang Sapu.
•
Diduga lemahnya pengawasan,warga soroti peredaran obat keras Golongan G
•
Business Matching Program Makanan Bergizi Gratis Digelar di Siantar-Simalungun
•
Ribuan Warga Semarakkan Gebyar 10 Muharram 1448 H di Kecamatan Cigombong
Popular Articles
•
Kejati Sulteng Belum Beri Titik Terang: Enam Bulan Penyelidikan, Status Hukum Wabup Parimo Masih Samar
•
Ketua Bumdes Desa lologolu SRG di diduga Lenyapkan Dana Bumdes TA.2025
•
Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun mulai tanggal 25 hingga 26 Mei 2026 mengadakan kegiatan sosialisasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
•
Sengketa Lahan Sawit di Desa Woomparigi Tak Kunjung Selesai, Warga Nilai Kades Terus Ulur Waktu
•
Kapolsek Gunungsitoli Alo'oa IPDA PONIMAN LASE, S.I.P. Menghadiri Pertemuan di Desa Loloanaa Lolomoyo Kec. Gunungsitoli Utara.