Pedagang Tanaman Hias Kota Bogor Menolak Ditertibkan, Ngaku Rutin Bayar : Kok Dibuat Susah Juga Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sedang melakukan normalisasi saluran air atau drainase di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Terkini
01 Jun 2026 18:00
•
1 min read
•
56 views
•
By admin
buserinvestigasi.net-Pedagang tanaman hias di atas drainase terancam dipindahkan dan lapaknya dibongkar.
Salah seorang pedagang tanaman Subhan (35) mengaku keberatan terkait rencana pemindahan dan lapaknya dibongkar.
"Kalau saya pribadi merasa keberatan. Tapi, kalau ini kan direnovasi terus kita boleh balik lagi tidak masalah. Ini kan harus nyari sendiri. Kalau mendukung perbaikan ya saya juga mendukung, karena kan untuk keindahan kota juga," kata Subhan kepada Senin (1/6/2026).
Ia sendiri sudah berjualan tanaman sejak tahun 2007 di Jalan Dadali ini.
Ia meneruskan lapak orangtuanya yang sudah ada sejak tahun 1985.
Selama ini ia melihat saluran drainase di areal pedagang tanaman hias dalam kondisi yang baik.
Para pedagang selalu membersihkan saluran agar tetap berfungsi normal.
"Katanya sih perbaikan saluran air. Tapi, kalau dilihat saluran airnya itu kalau yang di titik sini masih bagus. Kita juga sering bebersih. Malah yang di tikungan sana yang sering menjadi penyebab banjir," ujarnya.
Pemkot Bogor seharusnya sudah menyiapkan tempat relokasi saat rencana ini muncul.
Pedagang merasa jika seperti itu tidak akan kesulitan.
Subhan merasa percuma sebab pedagang selalu membayar uang kebersihan.
"Tapi kalau mau dipindahkan juga ya percuma. Kita juga punya surat resmi untuk jualan disini kok. Kita bayar perbulannya tapi kok dibuat susah juga," tegasnya. drainase di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Pedagang tanaman hias di atas drainase terancam dipindahkan dan lapaknya dibongkar.
Salah seorang pedagang tanaman Subhan (35) mengaku keberatan terkait rencana pemindahan dan lapaknya dibongkar.
"Kalau saya pribadi merasa keberatan. Tapi, kalau ini kan direnovasi terus kita boleh balik lagi tidak masalah. Ini kan harus nyari sendiri. Kalau mendukung perbaikan ya saya juga mendukung, karena kan untuk keindahan kota juga," kata Subhan Senin (1/6/2026).
Ia sendiri sudah berjualan tanaman sejak tahun 2007 di Jalan Dadali ini.
Ia meneruskan lapak orangtuanya yang sudah ada sejak tahun 1985.
Selama ini ia melihat saluran drainase di areal pedagang tanaman hias dalam kondisi yang baik.
Para pedagang selalu membersihkan saluran agar tetap berfungsi normal.
"Katanya sih perbaikan saluran air. Tapi, kalau dilihat saluran airnya itu kalau yang di titik sini masih bagus. Kita juga sering bebersih. Malah yang di tikungan sana yang sering menjadi penyebab banjir," ujarnya. Pemkot Bogor seharusnya sudah menyiapkan tempat relokasi saat rencana ini muncul.
Pedagang merasa jika seperti itu tidak akan kesulitan.
Subhan merasa percuma sebab pedagang selalu membayar uang kebersihan.
"Tapi kalau mau dipindahkan juga ya percuma. Kita juga punya surat resmi untuk jualan disini kok. Kita bayar perbulannya tapi kok dibuat susah juga," tegasnya.
(Deden)
Pedagang Tanaman Hias Kota Bogor Menolak Ditertibkan, Ngaku Rutin Bayar : Kok Dibuat Susah Juga Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sedang melakukan normalisasi saluran air atau drainase di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Related Articles
Recent Articles
•
Minggu, 28 Juni 2026 Mendagri: Atambua Miliki Jejak Sejarah sebagai Penghubung Australia dan Eropa pada Awal Era Penerbangan
•
Senin, 29 Juni 2026 Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM
•
Gebyar Boash Waterpark 2026: Hujan Doorprize Menanti!
•
40 Siswa SMAN 7 Bogor Berpartisipasi Dalam Helaran HJB ke-544
•
Masyarakat Adat Bungku Utara Pertanyakan Tindak Lanjut Hasil RDP DPRD Morut, Sengketa Lahan Eks Transmigrasi SP E Belum Temui Kepastian
•
Wali Kota Harus Lebih Banyak Memimpin dari Ruang Strategis daripada Sering Memegang Sapu.
•
Diduga lemahnya pengawasan,warga soroti peredaran obat keras Golongan G
•
Business Matching Program Makanan Bergizi Gratis Digelar di Siantar-Simalungun
•
Ribuan Warga Semarakkan Gebyar 10 Muharram 1448 H di Kecamatan Cigombong
•
Pemerintah Resmi Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Libatkan Masyarakat untuk Pertama Kalinya
Popular Articles
•
Kejati Sulteng Belum Beri Titik Terang: Enam Bulan Penyelidikan, Status Hukum Wabup Parimo Masih Samar
•
Ketua Bumdes Desa lologolu SRG di diduga Lenyapkan Dana Bumdes TA.2025
•
Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun mulai tanggal 25 hingga 26 Mei 2026 mengadakan kegiatan sosialisasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
•
Sengketa Lahan Sawit di Desa Woomparigi Tak Kunjung Selesai, Warga Nilai Kades Terus Ulur Waktu
•
Kapolsek Gunungsitoli Alo'oa IPDA PONIMAN LASE, S.I.P. Menghadiri Pertemuan di Desa Loloanaa Lolomoyo Kec. Gunungsitoli Utara.