Naiknya harga BBM jenis Pertamax mengejutkan masyarakat karena terjadi secara tiba-tiba saat pergantian hari
Terkini
10 Jun 2026 18:41
•
1 min read
•
35 views
•
By admin
Buserinvestigasi.Jakarta - Rabu (10/6/2026).
Dampak hal itu, nampak antrean kendaraan di SPBU cenderung lebih banyak mengantre di pompa pengisian Pertalite dibanding Pertamax karena harganya yang masih disubsidi oleh pemerintah.
Akan tetapi, sebagian pengendara motor lainnya masih memilih menggunakan BBM jenis Pertamax dengan berbagai alasan, salah satunya untuk merawat mesin karena RON 92 dianggap lebih baik dibanding RON 90
Namun, di tengah kenaikan harga ini terdapat juga pengendara yang memilih membeli Pertamax dengan alasan menghemat waktu.
Seperti halnya Suyono, tukang ojek pangkalan yang memilih mengisi Pertamax karena antrean Pertalite sangat panjang, sedangkan ia sedang terburu-buru.
Hal itu dilakukannya saat mengisi BBM di SPBU yang berlokasi di Jalan Raya Bogor-Jakarta KM 44, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
"Darurat aja ini mah, biasanya Pertalite, saya ojek pangkalan jadi mana yang cepet aja karena mau jemput," ujarnya Rabu (10/6/2026).
Di samping itu, pria paruh baya menuju senja itu ternyata belum mengetahui adanya kenaikan harga Pertamax yang ditetapkan per hari ini.
Ia mengaku mengetahui harga Pertamax masih berada di angka Rp12.300 per liternya, bukan Rp16.250
Setelah mengetahui adanya kenaikan tersebut, Suyono mengatakan akan mempertimbangkan lagi untuk mengisi Pertamax sesuai kondisi.
"Bagaimana liat nanti, kalau waktunya pas ngantre ada jemputan gak, kalau gak keburu mau gak mau, pilihan terakhir," katanya.
Pewarta :(Ripal Gustiawan)
Naiknya harga BBM jenis Pertamax mengejutkan masyarakat karena terjadi secara tiba-tiba saat pergantian hari
Related Articles
Recent Articles
•
Minggu, 28 Juni 2026 Mendagri: Atambua Miliki Jejak Sejarah sebagai Penghubung Australia dan Eropa pada Awal Era Penerbangan
•
Senin, 29 Juni 2026 Ketum TP Posyandu Apresiasi Langkah Belu Mulai Registrasi Posyandu 6 SPM
•
Gebyar Boash Waterpark 2026: Hujan Doorprize Menanti!
•
40 Siswa SMAN 7 Bogor Berpartisipasi Dalam Helaran HJB ke-544
•
Masyarakat Adat Bungku Utara Pertanyakan Tindak Lanjut Hasil RDP DPRD Morut, Sengketa Lahan Eks Transmigrasi SP E Belum Temui Kepastian
•
Wali Kota Harus Lebih Banyak Memimpin dari Ruang Strategis daripada Sering Memegang Sapu.
•
Diduga lemahnya pengawasan,warga soroti peredaran obat keras Golongan G
•
Business Matching Program Makanan Bergizi Gratis Digelar di Siantar-Simalungun
•
Ribuan Warga Semarakkan Gebyar 10 Muharram 1448 H di Kecamatan Cigombong
•
Pemerintah Resmi Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Libatkan Masyarakat untuk Pertama Kalinya
Popular Articles
•
Kejati Sulteng Belum Beri Titik Terang: Enam Bulan Penyelidikan, Status Hukum Wabup Parimo Masih Samar
•
Ketua Bumdes Desa lologolu SRG di diduga Lenyapkan Dana Bumdes TA.2025
•
Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun mulai tanggal 25 hingga 26 Mei 2026 mengadakan kegiatan sosialisasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
•
Sengketa Lahan Sawit di Desa Woomparigi Tak Kunjung Selesai, Warga Nilai Kades Terus Ulur Waktu
•
Kapolsek Gunungsitoli Alo'oa IPDA PONIMAN LASE, S.I.P. Menghadiri Pertemuan di Desa Loloanaa Lolomoyo Kec. Gunungsitoli Utara.